Have an account?

hmm?????

CATEGORY: | Kamis, 16 September 2010
0
assalamu'alaikum smuanya

kali ini kita mw bahas apaan ya???
hmmm??? (pura2 mikir nih)
sesuai dengan judul yg gaje maka kali ini pun pembahasan kita sedikit gaje alias ga jelas alias bebas2an lah
pertama kita mw bahas masalah penambahan jam pelajaran kita
sperti yang telah kita rasakan dan resapi dengan sedalam dalamnya bbrpa hari ini sekolah kita menambah jam belajar kita smpai jam 4 lwt 10 sore
capek g tu???
ya mungkin lah secara belajar dari pagi mpe sore. untung aja g ada yg tewas d tempat kejdian perkara. hahahahahhaha
tp kita harus lihat smw dari sisi positifny, ya supaya kita dapat bertahan dengan sekuat tenaga smpi titik darah penghabisan sampai sisa nafas ter akhir( maklum aja sedikit lebay ). agar perjuangan kita di medan perang tidak sia2. agar setiap tetes keringat yang mengucur dapat jadi anak sungai yang membasahi setiap langkah di perjalanan hidup kita yang paaaanjaaaang.
ckkckckckckkck
kita ulas sisi positifnya
ya smakin nambah jam makin banyak ilmu yang di dapat. kita lebih lama bersama teman2 yang sperjuangan dgn kita. kita lebih sering lihat wajah guru guru kita tercinta.dan lain2 yang masih panjang bangeet ni ha

the next hal gaje yg mw kita bahas paan ya???
hmmm????
ok kita mw bahas sbuah pertanyaan gaje yang tercipta dan menggelayuti pikiran dan menggerogoti kegajean yang nulis .
hahahhahahhahha
mana yang lebih baik menjadi udara atw angin????
hahahahahaha'mari kita telaahh satupersatu dengan cara seksama dalm tempo yang sesingkat singkatnya
angin: angin tu (mungkin y) adalah udara yang bertiup. angin itu akan terus berjalan . dia takkan berhenti lama . dia hanya akan singgah sebentar bukan untuk menetap lama. tp angin akan membawa kesejukan kpd si penerimanya. jadi kalau di ibaratin manusia , seseorang yang mw ngasih kebaikan bwt yang lain tp dia dbatasi waktu . dia hanya akan hadir sejenak menemani jiwa2 yg membutuhknny. intinya bakal ada perpisahan dan angin akan terus berkelana pergi meninggalkan sedikit kenangan.
udara: udara adalah sesuatu yang menemani kita di sepanjang hayat. salah satu alasn kita bsa dpat hidup. udara memberi kehidupan pada jiwa jiwa yang membutuhkannya . udara akan selalu ada mendampingi.disaat apapun dia akan selalu ada
jadi mana yang terbaik itu semua tergantung antum ]]

ok sekian hal gaje yang bs d tlis
mohon maaf atas kesalahan
salam ukhuwah
rohis shohwatul islam smanten
CATEGORY: | Kamis, 09 September 2010
0
bismillahirrahmaanirrahiim

assalamu'alaikum wr wb

sahabat rohis smuanya,
Kami keluarga besar ROHIS SHOHWATUL ISLAM SMA N 10 PADANG mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H , mohon maaf lahir dan batin
Semoga kita benar benar kembali fitrah
dan semoga kita mampu menjadi insan yang lebih baik kedepannya
aamiin ya rabbal'alamiin

maLam Lailatul Qadr

CATEGORY: | Senin, 06 September 2010
0

assaLamu’alaikum wr.wb,,

sahabat rohis, sedihya, sebentar lagi kita akan meninggalkan buLan ramadhan. udah beLi baju rayo beLon?, qLu beLon, buruan ddeh, mumpung PA lagi diskon. G ding.

Sobat, g lama lagi, kita akan merayakan datangnya satu syawaL, pertanda usainya perang kita meLawan godaan enaknya ayam bakar, lezatnya sate, legitnya bakso, dinginnya es krim. Abis lebaran, puas”in deh, ngejajalin aneka makanan di seantero kota padang.

g hanya itu, emosi kita pas lagi puasa juga diuji. Pengen marahin orang yang bikin, kesel, jengkel, iri, gondokan? semuanya di tahan duLu de, emang g ngebatalin puasa si, tapi takutnya dapat merusak pahala puasa. Lampiasinnya pas udah lebaran aja. Getok” de tuh paLa orang pakek sapu lidi.

Sobat, sekarang kita berada daLam sepuLuh maLam terakhir buLan ramadhan. bisanya, nabi Muhammad memanfaatkan kesempatan ini untuk beri’tikaf di mesjid. Sobat tau kenapa?

Karena daLam Al-Qur’an dijeLaskan bahwa daLam sepuLuh maLam tersebut, terdapat satu maLam yang dinamakan maLam Lailatul Qadar, dimana pada maLam itu, semua maLaikat atas iZin Allah turun ke bumi, malam yang penuh berkah di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan penuh kebijaksanaan" (QS 44:3). Malam tersebut adalah malam mulia, tidak mudah diketahui betapa besar kemuliaannya.

bagaimana tentang malam itu? Apa arti malam Al-Qadr dan mengapa malam itu dinamai demikian? Di sini ditemukan berbagai jawabannya.

Kata qadr sendiri paling tidak digunakan untuk tiga arti:

  1. Penetapan dan pengaturan sehingga Laylat Al-Qadr dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan firman Allah pada surah 44:3 yang disebut di atas. Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun. Al-Quran yang turun pada malam Laylat Al-Qadr diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad saw., guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.

  1. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Kata qadr yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 surah Al-An'am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu 'ala basyarin min syay'i (Mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).
  2. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surah Al-Qadr: Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Kata qadr yang berarti sempit digunakan oleh Al-Quran antara lain dalam ayat ke-26 surah Al-Ra'd: Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya' wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya [bagi yang dikehendaki-Nya]).

Ketiga arti tersebut, pada hakikatnya, dapat menjadi benar.

Dari Al-Quran kita menemukan penjelasan bahwa wahyu-wahyu Allah itu diturunkan pada Laylat Al-Qadr, tetapi karena umat sepakat mempercayai bahwa Al-Quran telah sempurna dan tidak ada lagi wahyu setelah wafatnya Nabi Muhammad saw., maka atas dasar logika itu, ada yang berpendapat bahwa malam mulia itu sudah tidak akan hadir lagi. Kemuliaan yang diperoleh oleh malam tersebut adalah karena ia terpilih menjadi waktu turunnya Al-Quran. Pakar hadis, Ibnu Hajar, menyebutkan satu riwayat dari penganut paham di atas yang menyatakan bahwa Nabi saw. pernah bersabda bahwa malam qadr sudah tidak akan datang lagi.

Pendapat tersebut ditolak oleh mayoritas ulama dengan berpegang pada teks ayat Al-Quran serta sekian banyak teks hadis yang menunjukkan bahwa Laylat Al-Qadr terjadi pada setiap bulan Ramadhan. Bahkan, Rasul saw. menganjurkan umatnya untuk mempersiapkan jiwa menyambut malam mulia itu secara khusus pada malam-malam gazal setelah berlalu dua puluh hari Ramadhan.

Memang, turunnya Al-Quran lima belas abad yang lalu terjadi pada malam Laylat Al-Qadr, tetapi itu bukan berarti bahwa malam mulia itu hadir pada saat itu saja. Ini juga berarti bahwa kemuliaannya bukan hanya disebabkan karena Al-Quran ketika itu turun, tetapi karena adanya faktor intern pada malam itu sendiri. Pendapat tersebut dikuatkan juga dengan penggunaan bentuk kata kerja mudhari' (present tense) pada ayat, Tanazzal al-mala'ikat wa al-ruh, kata Tanazzal adalah bentuk yang mengandung arti kesinambungan, atau terjadinya sesuatu pada masa kini dan masa datang.

Nah, apakah bila ia hadir, ia akan menemui setiap orang yang terjaga (tidak tidur) pada malam kehadirannya itu? Tidak sedikit umat Islam yang menduganya demikian. Namun, dugaan itu --hemat penulis-- keliru, karena itu dapat berarti bahwa yang memperoleh keistimewaan adalah yang terjaga baik untuk menyambutnya maupun tidak. Di sisi lain, ini berarti bahwa kehadirannya ditandai oleh hal-hal yang bersifat fisik material, sedangkan riwayat-riwayat demikian tidak dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya. Dan seandainya, sekali lagi seandainya, ada tanda-tanda fisik material, maka itu pun tidak akan ditemui oleh orang-orang yang tidak mempersiapkan diri dan menyucikan jiwa guna menyambutnya. Air dan minyak tidak mungkin akan menyatu dan bertemu. Kebaikan dan kemuliaan yang dihadirkan oleh Laylat Al-Qadr tidak mungkin akan diraih kecuali oleh orang-orang tertentu saja. Tamu agung yang berkunjung ke satu tempat, tidak akan datang menemui setiap orang di lokasi itu, walaupun setiap orang di tempat itu mendambakannya. Bukankah ada orang yang sangat rindu atas kedatangan kekasih, namun ternyata sang kekasih tidak sudi mampir menemuinya? Demikian juga dengan Laylat Al-Qadr. Itu sebabnya bulan Ramadhan menjadi bulan kehadirannya, karena bulan ini adalah bulan penyucian jiwa, dan itu pula sebabnya sehingga ia diduga oleh Rasul datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Karena, ketika itu, diharapkan jiwa manusia yang berpuasa selama dua puluh hari sebelumnya telah mencapai satu tingkat kesadaran dan kesucian yang memungkinkan malam mulia itu berkenan mampir menemuinya. Dan itu pula sebabnya Rasul saw. menganjurkan sekaligus mempraktekkan i'tikaf (berdiam diri dan merenung di masjid) pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.

Malam Al-Qadr, yang ditemui atau yang menemui Nabi pertama kali adalah ketika beliau menyendiri di Gua Hira, merenung tentang diri beliau dan masyarakat. Ketika jiwa beliau telah mencapai kesuciannya, turunlah Al-Ruh (Jibril) membawa ajaran dan membimbing beliau sehingga terjadilah perubahan total dalam perjalanan hidup beliau bahkan perjalanan hidup umat manusia.

Dalam rangka menyambut kehadiran Laylat Al-Qadr itu yang beliau ajarkan kepada umatnya, antara lain, adalah melakukan i'tikaf. Walaupun i'tikaf dapat dilakukan kapan saja dan dalam waktu berapa lama saja --bahkan dalam pandangan Imam Syafi'i, walaupun hanya sesaat selama dibarengi oleh niat yang suci-- namun, Nabi saw. selalu melakukannya pada sepuluh hari dan malam terakhir bulan puasa. Di sanalah beliau bertadarus dan merenung sambil berdoa.

Salah satu doa yang paling sering beliau baca dan hayati maknanya adalah: Rabbana atina fi al-dunya hasanah, wa fi al-akhirah hasanah wa qina 'adzab al-nar (Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka). Doa ini bukan sekadar berarti permohonan untuk memperoleh kebajikan dunia dan kebajikan akhirat, tetapi lebih-lebih lagi bertujuan untuk memantapkan langkah dalam berupaya meraih kebajikan yang dimaksud, karena doa mengandung arti permohonan yang disertai usaha. Permohonan itu juga berarti upaya untuk menjadikan kebajikan dan kebahagiaan yang diperoleh dalam kehidupan dunia ini, tidak hanya terbatas dampaknya di dunia, tetapi berlanjut hingga hari kemudian kelak.

Nah sobat rohis, mari kita bersama” menanti datangnya Lailatul Qadar dengan selalu beri’tikaf di tiap sepuLuh maLam terakhir pada buLan Ramadhan. Siapa tau Allah memberikan karunianya kepada kita sehingga kita mendapatkan malam kemuLiaan tersebut. Amin ya rabb..


oh pesantren

CATEGORY: | Jumat, 03 September 2010
Bismillaahirrahmaanirrahiim

assalamu'alaikum akhi wa ukhti

kali ini Rohis smanten mw bahas masalah yang lgi hangat-hangatnya ( mungkin ya, kalau nggak anggap aja). Masalah yang mw kita bahas kali ini adalah the ending of pesantren ramadhan tahun ini.
Seperti yang sama2 sudah kita ketahui semua siswa dari tingkat SD sampai SMA di Kota Padang wajib mengikuti kegiatan pesantren ramadhan di daerah tmpat kita bernaung masing masing atau nggak dmana kita mau. Berdasarkan pengalaman dan yang didengar dari mulut ke mulut para siswa kebanyakan enggan karena ya rata2 mereka pikir pesantren itu mebosankan. Tapi mungkin tidak untuk tahun ini. ada banyak perubahan yang dilakukan dalam pesantren. Waktu pertemuan menjadi lebih singkat, materi yang di fokuskan sekarang adalah tentang pemahaman asmaul husna, dll lah. ( mungkin tiap mesjid atau mushalla beda2).
Tanpa terasa telah tiga minggu kegiatan pesantren terlaksana, dan sekarang telah mencapai akhir. Kita tidak boleh menjadikan waktu tiga minggu itu sia sia begitu saja. Kita sebagai manusia harus mampu mengambil hikmah dari kegiatan ini. Banyak manfaat yang dapat kita ambil. Mari kita data satu satu. ckckckckckkc
1. Hafalan ayat kita tambah banyak
ya meskipun bagi sebagian siswa hafalan ini terasa memberatkan karena jumlahnya mungkin cukup banyak tp jangan cma dilihat dari situ dong. Kita musti and kudu mikir kayak gini. "ini kan bulan ramadhan, bulan penuh rahmat, bulan dmana amal kebaikan kita dilipatgandakan jd dengan menghafal ini kita sering baca al-qur'an. Semoga itu merupakan kebaikan yang kita peroleh. Ingat harus ikhlas dan mengharap ridho Allah SWT."
2. Pemahaman tentang Asma'ul husna
Setiap hari di sekolah kita sering sekali mebaca Asma Allah tapi kebanyakan kita mungkin g tawu artinya. Pesantren kali ini dapat membantu kita bukan hanya sekedar tau arti dari Asma- Asma Allah itu saja tetapi kita juga dapat memahaminya.
3. Nambah teman dan mempererat ukhuwah
dengan pesantren ini mungkin kita dapat mengenal orang orang baru atau kalau nggak setidaknya kita lebih sering ketemu dengan orang2 yg jarang kita temui di hari biasa hingga ukhuwah kita akan semakin erat

masih banyak lagi sebenernya faedah dari pesantren ini, ingat ini smwa tergantung cara kita memandang kegiatan ini sendiri. Jangan sampai waktu yang tiga minggu itu hanya terbuang sia sia tanpa kita mampu mengambil manfaatny.
satu lagi jangan dilupain
"orang yang celaka adalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemaren, orang yang merugi adalah orang yang hari ini sama dengan hari kemaren dan orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemaren dan akan selalu lebih baik"

kali ini itu aja yang mw kita bahas dulu ya

salam ukhuwah bwt ikhwah wa akhwat dari ROHIS SMANTEN yang PATEN.